Cerita Sex The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 36

Cerita Sex The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 36by on.Cerita Sex The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 36The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 36 CHAPTER 6 PART 1 Oh My God Hari terus berganti dan akhirnya revisi skripsiku kelar. Lega berarti tinggal nunggu wisuda. Weekend ini adikku meminta untuk ditemani ke PIM untuk bertemu teman-temannya, akupun mengiyakan saja, aku ingin membuat dia senang, apalagi aku juga habis seminar […]

The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 36

CHAPTER 6
PART 1

Oh My God
Hari terus berganti dan akhirnya revisi skripsiku kelar. Lega berarti tinggal nunggu wisuda. Weekend ini adikku meminta untuk ditemani ke PIM untuk bertemu teman-temannya, akupun mengiyakan saja, aku ingin membuat dia senang, apalagi aku juga habis seminar akhir skripsi tidak ada salahnya aku mentraktir dia.

Sabtu siang adikku memastikan apa aku akan mengantarnya. Aku kembali mengiyakan, akhirnya aku bersiap-siap. Untung hari ini agak mendung aku memutuskan untuk naik motor saja, karena aku malas untuk cari parkir mobil kalo hari minggu, kalo naik motor, motorku pasti mejeng di depan lobby motor besar.

Aku sudah siap tetapi adikku masih belum siap. Aku tunggu lagi akhirnya dia sudah siap juga. Ternyata anak SMA yang udah mau kuliah stylenya mirip-mirip anak kuliahan juga ya. Akhirnya kita berdua pun menuju ke PIM, hampir 30 menit akhirnya sampai di PIM juga. Motor sudah ku parkirkan di tempat parkir khusus. Banyak orang melihat aku dan adikku seperti orang pacaran. Ya kurang lebih sama kalo aku jalan sama si Sarah, pasti di anggep pacaran. Aku ingin mentraktir adikku eskrim kesukaannya, dan kami pun menuju toko tersebut.

Saat berjalan menuju toko eskrim tersebut handphoneku berbunyi ada telepon dari Sarah.

Halo Sar

Hoi, di mana lu?

Lagi di PIM gw nganterin Ayu nih

Oh di PIM, gw kirain nganggur lo, mau gw ajak ketemu temen gw yang ngomongin bisnis kemarin.

Dimana Sar, ntar gw susul paling, Ayu biar di jemput aja ntar.

Gw mau ke citos nih, paling jam 7an nyampe, masih di rumah.

Oh yaudah ntar kabarin lagi aja, see ya, Sar

Siapp boss

Sarah tampak serius sekali ingin berbisnis, sampai dia mengajakku, Aku memang sudah memilki beberapa usaha yang aku jalanin dengan orang tuaku sebagai penanam modal dan saat ini aku hampir bisa mengembalikan uang modal dari orang tuaku tersebut. Seenggaknya aku tidak akan perlu repot mencari pekerjaan jika lulus kuliah ini dan jika aku ingin bekerja aku bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Sebagaimana cerita ayahku ketika jaman dia muda dulu, dia sudah bisa hidup mandiri dan mencari penghasilan sendiri.

Aku menyuruh Ayu untuk mengantri dan aku mencari tempat duduk. Akhirnya eskrim itu sudah ada di hadapan kami. Aku dan Ayu menyantap es krim itu. Es krim itu sudah habis dan
Ayu bilang ingin ke bioskop dulu, karena teman-temannya belum datang dia jadi disuruh memesan tiket duluan. Aku dan adikku berjalan menuju bioskop, tetapi aku ingat uang tunaiku habis, aku akhirnya mengajak adikku ke ATM dulu. Sekembalinya dari ATM adikku malah meminta di belikan case handphone. Benar-benar di palak aku hari ini sama adikku. Aku dan adikku akrhinya menuju ke bioskop. Aku cukup kesal dengan adikku yang mengulur-ulur waktu, karena bisa saja dia malah kehabisan tiket karena malah jadi mampir kesana kemari.

Bioskop cukup ramai, banyak pasangan yang ingin menonton maklum malam minggu. Lain dengan aku yang masih single ujung-ujungnya ngdate sama adik sendiri. Aku memberikan uang ke Ayu untuk membeli tiket dan saat aku ingn memberikan uang handphoneku berbunyi, aku suruh adikku untuk menghitung uangnya. Ides meneleponku.

Drii

Oy Des

brisik amat sekitar lo

Iya gw lagi di xxi PIM nih?

Hah? Di PIM?

Iya kok lo kaget gitu dah Des?

Hmm gpp

Aku melihat sekitarku karena Ides kaget mungkin dia melihatku atau di tempat yang sama.

Ayu menyapaku, Kak, itu kayak temennya yang waktu itu ke rumah

Bentar ya Des

Kenapa Yu?

Itu teman kaka kata Ayu.

What the helll, aku melihat Mery dan Henry di sekitar Bioskop dan seperti jalan ke arah kami.

Mery ucapku lirih di telepon.

Haloo Dri kenapaa? Mery?

Mery sepertinya melihatku, dan aku menyuruh Ayu untuk mengantri.

Yu kamu antri, kaka mau ke toilet

Di ujung telepon aku mendengar suara Ides lagi.

Adriii, gw di kacangin

Mery dan aku berkontak mata. Aku lantas bersiap untuk pergi, Mery sepertinya ingin mengejarku.

Aku berbicara lagi dengan Ides di telepon sembari berlari keluar.

Des gila ya itu temen lo ucapku lalu mematikan teleponku.

Aku bergegas menuju ke parkiran motor. Saat berjalan aku sempatkan chat ke adikku.

Kaka, ke citos nyusul Sarah ya, nanti pulangnya naik taksi or minta di jemput orang rumah, maaf ya dek

Akupun chat ke Sarah, Sar kalo udah nyampe citos kabarin

Aku bergegas menuju parkiran dan sialnya hari semakin mendung. Semoga tidak hujan pikirku. Aku lantas bersiap dengan motorku dan meninggalkan komplek parkiran mall ini. Aku naik motor dalam kondisi emosi yang benar-benar kebakar. Aku cukup kaget saja dengan kejadian ini. Baru kemarin Mery mencari ulah dengan menampar Sarah, aku kira dia cemburu, eh ternyata sekarang dia malah jalan sama mantannya itu. Gila juga dia, playgirl juga rupanya. Pikiranku tidak karuan.

Aku memacu kecepatan motorku dengan cukup kencang ditambah emosiku yang meledak. Semakin enak sekali untuk memacu motor ini, apalagi jalanan agak sedikit sepi.
Aku sudah berada di jalan simatupang, aku pacu motorku lebih kencang lagi, tetapi aku melihat jalanan sudah basah, bahwa daerah sini sudah terguyur hujan. Gerimis masih turun sedikit, aku mengebut di jalanan yang kosong ini. Ah ini ada mobil pelan, aku mencoba menyalipnya dari sisi kanan dan mobil itu bergoyang ke kanan sedikit aku yang mengendari motorku dengan kecepatan tinggipun akhirnya kaget.

Brakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

Aku merasa melayang sudah tidak berada di motorku lagi. Aku seperti berputar di udara, aku melihat motorku mental ke arah depan cukup jauh.

God Bless Me

Aku merasa tubuhku beranjak turun ke tanah. Brakk

Author: 

Related Posts

Comments are closed.