Cerita Sex Goodbye, My Stupid School – Part 21

Cerita Sex Goodbye, My Stupid School – Part 21by on.Cerita Sex Goodbye, My Stupid School – Part 21Goodbye, My Stupid School – Part 21 Faruk Sidestory Side 1 : Day ~ Heavy Rotation ~ Tok. Tok. Tok Faruk baru saja menggantung jaket adidas hitamnya di kursi ketua kala ketukan lembut itu terdengar. Jarum jam dinding Juventus di ruangan sekretariat ekskul bola masih menunjukan pukul 5.30 ketika dirinya tiba. Suasana koridor SMU DNS […]

multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-4 multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-5 (1) multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-5Goodbye, My Stupid School – Part 21

Faruk Sidestory

Side 1 : Day

~ Heavy Rotation ~

Tok. Tok. Tok

Faruk baru saja menggantung jaket adidas hitamnya di kursi ketua kala ketukan lembut itu terdengar. Jarum jam dinding Juventus di ruangan sekretariat ekskul bola masih menunjukan pukul 5.30 ketika dirinya tiba. Suasana koridor SMU DNS pagi ini masih terasa sepi. Sudah menjadi kebiasaan bagi Faruk untuk bersantai di sana sejenak sebelum ia masuk kelas, bila datang ke sekolah terlampau dini.

Masuk. Gak dikunci! celetuk Faruk dengan gaya sok Direktur. Buru-buru ia menyalakan komputer di depannya.

Bangsat, siapa yang ganti wallpaper jadi gambar pemandangan air terjun? Faruk melotot. Jemarinya lalu cekatan menekan-nekan mouse melakukan setting ulang. Kembali, gambar close-up pantat Fanny beserta celana seragam volinya yang ketat seksi menghias monitor. Meski nama baiknya sekarang sedikit rusak di sekolah ini, Fanny masih tak tergantikan sebagai bahan coli bersama anak-anak bola.

Yah, beginilah repotnya jalin hubungan pacaran dalem satu geng. Kalo putus, salah satunya mesti negrasa harus pergi. Never will be the same anymore.

Huffh Snowy Snowy. Kangen hotpants seronok lo, Fan.

.

Lho, mana tu orang?

Faruk celingak-celinguk. Tiba-tiba ketukan itu menghilang begitu saja. Suasana menjadi sunyi. Tai! Masa sih setan penunggu perpustakaan ampe nyasar ke sini?

Cklek

Beberapa menit kemudian, pintu mengayun terbuka. Menyelinap masuk sesosok siswi cantik berpakaian seragam melanggar tata tertib. Baju kekecilan rok kependekan kaus kaki putih panjang selutut sepatu mary jane hitam mengkilap. Diduga kuat, sepatu tersebut selalu disemir tiap hari.

Sherry! Sang Tuan Puteri!

Gadis itu menyibakkan anggun rambut panjang hitamnya.

Geblek, tadi tiba-tiba ada si Bianca di koridor. Kepaksa deh pura-pura ke WC dulu. Absurd! Ia mendesis pelan. Tas postman bag-nya dijatuhkan acuh ke lantai, sebelum tanpa permisi langsung melangkah ke depan cermin, mematut-matut diri di sana.

Eh, S-Sherry. Tumben kamu nongol biasanya kalo mau ketemu pagi-pagi sms dulu? Dengan wajah mesum, Faruk sontak bangkit dan mengunci pintu. Jelas, batang penisnya mengeras saat itu juga tanpa direncanakan.

Kebelet.

Kebelet apaan?

Kebelet dikawinin ama lo, lah. Aku kan pecun paling murahan di sekolah ini, Faruk. Wajar dong kalo pagi-pagi udah haus kontol,

Faruk terkekeh bingung, menggaruk-garuk kepala. Lelaki itu tahu Sherry tengah becanda. Hahaha, boleh juga lah dirty talk lo,

Gila ya cowo-cowo itu! suka banget kalo ceweknya ngomong kaya gini ngebanting harga diri! Bikin malu banget, tauk! Macem perek! dengus Sherry kesal.

Wajah nakal Faruk mengembang. Ehmm.. pasti kemaren malem abis cam sex ama pacar, ya? Hahhaa, tawanya. Lagian, lo juga biasa ngeracau kayak gitu kan, Sher, kalo lagi dientot ama aku,

Itu-Beda! Bukan diri aku yang asli yang ngomong! sergah Sherry menggeram dengan wajah memerah. Heh, Beruk! Lo beneran serius, jadian ama Dhira? Yang bener? Gadis berparas angkuh itu serta merta berbalik, menatap Faruk yang berdiri di belakangnya. Faruk memang sudah memberitahu kepada Sherry perihal hubungan itu lewat chatting di ponsel.

Serius! Ehm, Faruk sedikit tertunduk, berusaha mengendalikan warna mukanya agar tak merona terlalu kental. Tar aku ceritain, deh, kapan-kap—

I know, sela Sherry. Congrats, ya, Honey akhirnya lo nemuin permasiuri lo, ucap Sherry lembut seraya merangkul mesra sang Lelaki. Dalam beberapa detik, belitan lidah mereka pun saling menyatu dalam hangatnya ciuman panas mendadak. Faruk dengan lembut menggigit bibir atas Sherry. Berganti kemudian Sherry yang mencapit bibir Faruk. Mereka terpejam. Terlena. Menikmati manisnya pertukaran air liur masing-masing. Sudah biasa bagi dua sahabat yang di luar sana pura-pura menunjukan aksi permusuhan ini, untuk saling membantu. Saling membantu lampiaskan gejolak birahi masa sekolah.

Kali ini, tanpa pengakuan dari mulut pun Faruk paham jika Sherry sepertinya tengah diserang sange berat. Adalah kewajiban bagi Faruk untuk menyelamatkan gadis itu hingga melenguh penuh rasa puas. Cuma Sherry—sebagai perempuan—yang punya privilige hak untuk menolak tanpa alasan jelas. Sedang Faruk, tidak boleh.

Lagian, sejak kapan pula Faruk mampu kuat menolak Sherry?

Sssh, mmmmh! Sherry melepaskan pagutannya. Tangan lembutnya lalu menarik tubuh Faruk dan mendorongnya hingga duduk terbanting di sofa double-seat. Ada yang mo aku omongin, Faruk. ucapnya seraya turun berlutut di tengah selangkangan Faruk. Tentang perjanjian kita dulu waktu kita memulai segala kenistaan ini, Liar jemari lentik Sherry yang melucuti sabuk serta celana abu-abunya, membuat Faruk kian terangsang.

P-Perjanjian? tanya Faruk berbisik.

Sherry mengangguk cepat. Tak terlukiskan rona nakal muka gadis itu kala ia merenggut kasar GT-Man hitam Faruk demi membebaskan sang Elang Perkasa. Faruk kemudian menggerak-gerakan kakinya, menendang pakaiannya yang terlepas. Tubuh bagian bawahnya kini telanjang, menyajikan batang kelelakian yang mengacung keras di depan wajah jelita Sherry.

Perjanjian well, kita berhenti ngelakuin semua ini begitu kamu punya pacar. Sejenak, Sherry berhenti. Aku emang nakal, Faruk. Tapi aku nggak suka kalo harus sampe lendirin cowok orang. Itu prinsip aku, desahnya manja mengecup sayang kepala kemaluan Faruk, tepat di lubang kencingnya. Lembut ia jilat cairan pre-cum sang Pemuda yang tiba-tiba muncul setelah itu.

Faruk termenung sesaat. Menatap Sherry yang segera bangkit membuka resleting rok pendeknya. Pluk! Kain ketat pencetak pantat membulat itu pun jatuh. Degup jantung Faruk menguat. Paha plus selangkangan Sherry yang mulus terbalut celana dalam ungu terhampar indah. Terdapat sehelai benda tipis yang mengganjal di bagian kemaluan sang Gadis, namun Faruk tahu itu hanyalah panty liner, bukan pembalut.

Hembusan napas Faruk terdengar memburu kala ia seketika menggeliat bangun dan napsu hendak menerkam Sherry. Namun, sahabat ngesex-nya tersebut sigap menahan dirinya. Kemudian cepat mendorong kembali si Kuda Jantan hingga kembali terduduk jinak.

Bisa berantakan badan aku kalo lo gak aku kontrol, Faruk. Sekarang masih pagi, belum mulai sekolah. elak Sherry datar meski dalam hati ingin sekali ditindihi. Sherry bisa menduga bila bajingan gila ini dibiarkan berekspresi, dirinya bakal keluar acak-acakan bak korban perkosaan.

Sherry pun lalu melanjutkan aksinya. Kedua kakinya yang masih memakai kaus kaki dan sepatu mengangkat-turun, melepaskan kain ungu pelindung area kehormatan. Ia lemparkan celana dalam ber-panty liner tersebut ke muka Faruk, seakan menyuruh lelaki itu melayang tenang menghirup-hirup aroma vagina miliknya.

Ciumin tuh wangi memek aku, Faruk, hihihi! Cabut roti-nya, bawa pulang sono!

Emoh, Aku kasih Gerry aja, ya? balas Faruk seraya menghisap dalam hangatnya rasa kewanitaan Sherry, yang kontan langsung dijawab oleh pelototan mata.

Aahh aroma feminin khas Ratu Sekolah yang sungguh pekat. Membuat darah kelelakian kian bergejolak. Faruk berkhayal.

Sherry kemudian menggoyang-goyangkan sedikit pinggulnya dengan gerak tari erotis, memamerkan tembem daging kemaluan yang berbulu teratur rapi. Bukan Ratu Sekolah namanya jika tak telaten merawat daerah keintiman.

So gimana menurut kamu, Far, tentang perjanjian kita? Should we stop soon? tantang Sherry sembari terus berlenggok nakal. Kebetulan, Mp3 di komputer ter-shuffle memutar lagu sexy dance tak jelas.

Faruk berpikir keras. Berusaha. Gila ni anak! Gimana otak gue bisa kerja kalo diginiin caranya? Sambil disodorin Bakpao? K-kamu serius, Sher? Aku kira dulu becanda, hahaha!

Seriushh, laaaah, tegas Sherry. Aku sih tinggal cari temen nakal baru ajahh! Yang asikhh! Meski nantinya sekali-sekali bakal kangen juga ama lo, hihihi! Ia mengikik. Sungguh senang rasanya Faruk melihat Sherry tertawa, mengingat sang Gadis dikenal sebagai siswi angkuh tukang cemberut.

Sherry menghentikan goyangannya sebentar. Awalnya aku rela dinodain kamu kan gara-gara kesel ama pacar aku, Far, yang seenaknya nidurin cewe lain. Aku benci cowok peselingkuh. Dan aku gak pengen lo kaya gitu. Kalopun iya, at least Im not a part of it.

Emmm b-bulu memek kamu makin tebel aja, ya, S-Sher. Keren!

Sherry mendengus. Dengerin omongan aku, bego, bukan liatin memek. Tar juga punya lo bakal masuk ke sini. geramnya. Gimana tanggapan lo? Bisa, kan, kita temenan normal ga usah pake ngentot? Kaya murid-murid biasa pada umumnya. Can we? selorohnya kembali melanjutkan tarian.

Faruk menarik napas. Sejenak ia tundukkan mata. Jujur aja Sher, aku tuh sebenernya sayang banget ama kamu. As friend. Sama sekali ga ada niatan aku mau sobatan ama kamu cuma pengen ngentot doang. Curse on me!

.

Dan aku bakal ngehormatin banget hubungan aku ama Dhira! Terserah dunia mau ketawa. Pelan-pelan, aku bakal berusaha jadi cowok yang lebih baik. Enough!

Sherry untaikan senyum penuh goda. Ditatapnya kemaluan Faruk yang sedikit layu.

Its mean yes. petik Sherry.

So, is this our last fuck? Kelegaan memacar dari riak wajah Faruk. Entah kenapa.

Umm, I hope. Lets try?

Bikin aku tegang lagi dong, Sher, hehehe.

Sherry pun sontak berbalik. Ia perlihatkan keindahan bentuk tubuh ramping bagian belakangnya yang terhias rambut hitam indah nan panjang pada sang Kapten No.10. Dengan punggung sedikit turun, ia liuk-liukan bulatan pantatnya, area yang kini telanjang polos mengingat dirinya masih mengenakan baju seragam. Alunan musik sexy dance terus menggema iringi geliatan.

Laki-laki adalah makhluk visual. So, di sinilah Sherry kembali memprovokasi birahi Faruk oleh gerakan-gerakan tak senonohnya. Penampakan daging bibir vagina Sherry yang gemuk rapat lagi basah sukes membuat Faruk junior kembali memberontak. Begitu pula dengan lubang anusnya yang gelap mengerucut. Mantan ketua cheerleader DNS ini sangat doyan sunhole pantatnya dijilat-jilat lama penuh kelembutan. Begitulah cara tepat memanjakan Sherry. Gerry harus tahu ini kalau ia mau jadi gigolo Sherry!

Lobang memek aku udah basah banget, Faruuukh. rengek Sherry menoleh ke belakang. Fuck! Aku udah gak nahan. Masukin, yah, Hun?

Pukul 06.00 pas. Faruk berani menjamin tak akan ada seorangpun yang bakal masuk ruangan ini hingga waktu istrirahat. Delapan puluh persen. Sisakan dua puluh untuk pelecut adrenalin. Terbilang kondusif untuk melakukan quick sex. Kedipan mata Sherry melentik lembut. Seakan memberi sinyal bila ia siap melakukan percampuran kelamin. Faruk pun merapatkan sedikit kakinya, turunkan posisi sandarnya, agar paha sang Gadis bisa dengan leluasa terkangkang nyaman menggauli dengan posisi duduk memunggungi.

Tubuh Sherry kini telah siap di atas Faruk. Jemarinya halusnya meraba-raba ke bawah, mengatur posisi si batang kemaluan.

SLEBBB!

SHERRY! AAAAAH!

OUUUUH, HONEEEYH!

Pinggang Faruk mengejang. Begitupun dengan Sherry yang raganya seketika melenting bagai busur. Rupanya, Sherry menjatuhkan pinggulnya secara keras, hingga mengakibatkan gesekan tak terkira kala penis melesak brutal ke dalam liang percintaan.

H-haduh, p-pelan-pelan dong, Sher, masukinnya. Aku hampir keluar tadi! Geli banget! desah Faruk lemas. Disibaknya helaian rambut panjang Sherry sebelum ia mengecup kecil leher sang Gadis. Faruk kentara rasakan jepitan licin di tombak kemaluannya. Benar-benar sudah banjir dinding rongga kewanitaan si cantik berwajah oriental ini. Kasihan kalau Sherry dibiarkan terlalu lama horny.

S-sorry, Sayanghh abis enak bangeeeth kalo gituh. Sherry merajuk. Ia pun langsung mengomandoi aksi persetubuhan. Ia naik-turunkan panggul seksinya sedemikian rupa, senikmat yang gadis tersebut rengkuhi. Kini saatnya ego wanita berkuasa.

Aaaaaangnghg F-Farukhh B-bangsathh! Enak banget anjinghh!

Hhhh hhhh hhhh, Dia yang goyang, dia pula yang maki. Dasar Cabul batin Faruk resah. Tak ada yang bisa lelaki itu lakukan selain menahan orgasme sambil mencium harumnya wangi rambut dan badan Sherry. Posisi yang paling Faruk benci. Selain bikin pegel, kejantanannya yang hanya bisa pasrah dipecundangi memek Sherry pun terancam membucat lebih cepat.

Uuuh! Uuuh! Uuuh! Hhhh anghhh aemmh aahsssshh,

S-Sherry, please pelan-pelan, sayang, ngulekinya. Tar aku keluar, pinta Faruk memohon keringanan.

Selain melakukan gerak naik turun, Sherry pun meliuk-liukan tubuhnya demi memaksimalkan intensitas pergesekan. Aksi memutar-mutar lincah yang menciptakan rangsangan hebat pada lubuk vaginanya, membuatnya seakan terbang ke awan. Semakin keras dan cepat adukan itu, semakin deras pula cairan kental nikmat yang diproduksi organ keintiman Sherry.

Sssshhh ahhhh F-Faruuuk love you, honeyyh love you, babyyh kontol kamu enaaaaakh,

UUUFH! Mata Faruk terpejam, giginya gemeretak. Tampak tersiksa kapten tim sepakbola DNS itu menahan jutaan benih-benihnya yang hendak memuncrat, tak sabar berlomba menjadi pemenang membuahi sel telur Sherry.

Tapi, tampaknya Sherry tak peduli. Terus meliuk-liuk cepat pinggulnya dalam keadaan penis tertohok dalam. Ia mainkan kejantanan panjang berurat milik Faruk itu layaknya batangan dildo. Malah menerawang jauh pikiran sang Gadis, mengenang sedikit masa lalunya. Momen-momen kala ia diperawani Alvin—sang Pacar—dulu. Sakit, ngilu, tak terkirakan. Sherry sampai menjerit keras. Ia tak menyangka robeknya selaput dara bakal seperih ini. Darah tertumpahkan. Andai ia tak menutup wajahnya dengan bantal, mungkin pekikan itu akan memekakan telinga menimbulkan rasa iba. Sempat sedikit ketakutan Sherry melakukan persetubuhan lanjutan, namun beruntung Alvin begitu sabar membimbing sang Gadis menyelami hangatnya gairah madu cinta.

Tapi sekarang, berbalik 180 derajat. Justru pinggul Sherry yang kini tak henti menekan-nekan agar tombak kemaluan Faruk bisa terbenam maksimal lebih dalam, menyentuh mulut rahim. Siswi bertubuh seksi ramping dan lentur ini bak haus meraupi lezatnya pergumulan. Geliatan-geliatan pinggulnya sungguh liar nan bernafsu. Percuma Sherry gabung ekskul cheerleader DNS, kalau tak mampu bergoyang kencang memelintir alat keintiman Faruk.

Dan, cukup lima menit bagi Sherry untuk menstimulasi dirinya pagi ini. Sengatan geli yang diakibatkan kerasnya tugu milik Faruk yang amat ia sukai, kian mendera tubuhnya bertubi-tubi.

S-Sherryhh k-kamu kapan keluar, Sayanghh? A-aku udah ga kuat! erang Faruk. Kalau sahabat cantiknya ini tak berhenti, atau setidaknya berganti gaya, ia bakalan K.O.

Sherry menggeleng. Bentar lagihh, Hunny! Tahannhhh! Memekh akuh udah enak bangethh inihhh! Clap! Clap! Clap! Clop! Clop! Clop! becek Vagina Sherry kian terasa licin dan banjir basah.

Okayhh, Babyhh a-aku tahan,

K-kitah gak seharusnyah ngelakuin inih, Beruukh! Hhh hhh, racau Sherry mengencangkan putaran, mulai mabuk kontrol kesadarannya. I-ini hinah! K-kitah kaya binataangh! I-ini ngelanggar tata tertibhh! K-kitah b-bisa dikeluarin sekolaaah! I-ini— AAAH! SHIT!

PLOP!

Sherry mengangkat tinggi panggulnya, membuat cengkraman vaginanya pada penis Faruk terlepas.

“Hhhhhanjinggggghhhh enakhh bangethh Faruuukkkhhh!” pekik Sherry lemas sembari menyemburkan cairan orgasmenya yang seperti semprotan air mancur, diikuti gerakan bokong yang mengejang-ngejang, sesaat setelah gairah syahwatnya habis dilampiaskan.

“E-enak pipisnyahh, Sherry sayang?” Faruk berbisik. Terlihat lega lelaki itu berhasil tunaikan tugasnya.

“Ufffhh… kaloh ajah loh ngerasainh jadi cewekhh…” Sherry termegap-megap, lalu, bluk! tersenyum menjatuhkan tubuhnya pada pelukan Faruk. “Thats what a girl wants, Bastard! Hahahah,”

My turnh? izin Faruk yang langsung dibalas anggukan sahabatnya.

Faruk menggeser tubuh Sherry ke samping dan perlahan bangkit berdiri. Ia berbalik, menghadap Sherry yang masih menyandar lemas di sofa. Kemaluannya menegang keras. Berlumur cairan-cairan kental putih hasil kegarangan jurus Heavy Rotation Sherry.

Tangan Sherry merayap pelan, meraih tombak penakluknya tersebut. Ia sapukan lidah lembutnya membersihkan kejantanan Faruk dari pelumas-pelumas milik vaginanya sendiri. “Mmmmh… keenakan bangeth si Dhiraah… jadi pemilik sah ni kontolh gedeeeh, ahhhh,” desah Sherry di sela-sela kejalangannya menggelitiki kelamin Faruk. Setelah bersih, dilahapnya batang sosis berurat itu lahap-lahap. Lidahnya kembali menari-nari di dalam. Membuat Faruk kelojotan.

“Sherry! Dont—

PLOP!

Sherry melepaskan kelomohan mulutnya sejenak, melirik nakal bola mata sayu pejantan diatasnya.

“Faruk Honey, punya kamu keluarin di dalem, yah? Udah lama nih rahim aku ga dinodain kamu… i miss that sensation when we first… ummmhhh,” rengek Sherry tak jelas terpotong di tengah-tengah, karena Faruk langsung mengangkat tubuhnya dan membuatnya berposisi berlutut membalik bertumpu di atas sofa.

Plak!

Awww! Sherry memekik imut, meresponi pukulan di pantat. Jangan dijambak rambut aku, ya, Hunny, tar kusut.

Faruk mengatur napas, berusaha membendung gejolak menggebu-gebu. “K-kamu minum pil anti hamil, kan, Sher?” desisnya. Akhir-akhir ini, dalam setiap pergumulan, Sherry memang lebih suka menelan bibit-bibit si Faruk junior. Rakus sekali gadis lincah ini meneguk spermanya.

“Pasti!” goda Sherry mengedipkan sebelah mata.

BLESSH!

Tanpa basa-basi, Faruk pun sontak menancapkan kembali kontol-nya dari belakang, membuat sang Gadis menahan jerit. Memompa-mompanya dengan kecepatan tinggi.

Clap! Clap! Clap! Clap!

Masih tersisa lendir-lendir cinta di lubang peranakan Sherry.

Oouuuh, Faruuk!

Clop! Clop! Clop! Clop!

A-akuh bakal kangen memek kamu, Sherryhh… m-memek tembemh kamuuh memekh enaakh, aaaaaaaah! lenguh Faruk.

Demi membantu Faruk, Sherry pun lagi-lagi memutarkan seksi pinggulnya. Kali ini, ayunan memutar-mutar pelan berikan sensasi pelintiran lembut. Sherry tahu, Faruk tiada bisa menangkis ini. Dan, benar saja, tak sampai satu menit gadis bernama lengkap Sherlina Laurencia itu sudah bisa merasakan tembakan-tembakan hangat dalam relung kewanitaanya.

Ooooaaaaaah! Fuckhh! Faruk melolong panjang, menjantani Sherry dengan benih-benih putihnya.

Ruah.

Hangat meluap di dalam sana.

Persis kala pemuda atletis ini pertama kali mencabulinya.

HUAAAH! Blak!

Faruk langsung berbalik dan menghempas punggungnya di sofa. Begitupun Sherry. Sekilas bersandar lemas ria di samping Faruk. Sofa kulit cokelat yang di desain nyaman untuk bermain cinta. Entah senior jaman kapan yang menaruh sofa tersebut. Yang jelas, pasti niat aslinya cabul.

Well, tentu saja senior angkatan sekarang. Menggunakan anggaran Ekskul, Faruk membeli sofa sederhana namun optimal fungsi ini.

.

Tak ada yang bisa Faruk lakukan sehabis itu selain diam mengatur napas. Sherry beranjak bangkit melangkah menuju tasnya. Mengambil tisu basah dari sana. Buru-buru membersihkan bibir kemaluannya dari segala jejak persetubuhan.

Hun, celana dalem aku, dong, pinta Sherry. Faruk pun segera melemparkan kain mungil ungu berbahan katun itu.

Ganjelan memeknya gak diganti, Sher? Hahaha! tawa Faruk. Yang ia maksud adalah panty liner barusan yang masih menempel di sana. Tumben, pake gituan,

Tar aja di WC. Lagi kepengen aja, Hunny,

Faruk mengangkat bahu. Sungguh luar biasa kecepatan Sherry dalam berpakaian plus merapikan diri pasca melakukan aktivitas seksual. Beberapa detik ia memeriksa penampilan di depan cermin. 06.30. Lima belas menit lagi masuk kelas. Sherry berbalik dan berdiri mematung di depan Faruk.

Cepet bersihin ih titit kamu. Bentar lagi mulai pelajaran tau! sergahnya sambil melemparkan tisu basah. Tak kalah cepat keahlian Faruk dalam membenahi diri. Akhirnya, mereka pun lembut berdekapan. Saling melumat bibir. Berbelai lidah. Proklamirkan French Kiss terakhir. They hope.

So cari cowok mainan baru lagi, Sher? bisik Faruk.

Sherry tersenyum. Well let see kepengen, sih, tapi liat aja nanti. cetusnya. Susah cari yang perfect kaya kamu. Gak gampang.

Boleh aku bantu? Syaratnya?

Mmmm jomblo, ganteng, kuat ngentot tapi gak pernah jajan, enak diajak curhat, bandel tapi uuuh and bisa ngerti kalo semua ini bukan dimaksudin untuk cinta. Jangan minta lebih. papar Sherry.

Faruk tertawa. Hahaha. Every all this still for revenge? Alvin masih suka maen cewek di Inggris sana?

Hanya sebuah senyum beribu arti dari Sherry menjawab pertanyaan itu. Malah ia mencubit hidung Faruk. Kamu yang langgeng ama Dhira, ya, Hun. Awas lho kalo bandel. Pokoknya, jangan sampe aku balik ke kamu.

Oh, ya? Alis Faruk terangkat sombong. Siapin baju pesta paling keren aja, deh, buat nanti. Kamu harus dateng ke resepsi pernikahan aku ama Dhira. Enam tahun lagi!

Oke, bye, Hunny, jawab Sherry kedipkan mata sebelum akhirnya ia mencium pipi Faruk, membuka pintu sedikit mengawasi keadaan, lalu serta merta meluncur cepat menyelinap keluar menuju koridor dengan gestur innocent. Meninggalkan Faruk yang sigap menutup pintu layaknya habis menyelundupkan sesuatu.

Huaaah akhirnya… one problem solved! benak Faruk seraya menarik napas lega. Pemuda itu mengangkat tangan, renggangkan otot. Bakal kangen ama Bakpao tembem Sherry. Tapi, semua pasti ada akhirnya. Harus ada akhirnya. Emang, mo sampe kapan gue keenakan ngentotin Sherry? Berenti sekarang ato nanti, sama aja.

Sebetulnya, sejak kemarin juga Faruk sudah memikirkan hal tersebut. Ia khawatir Sherry akan terus memintanya sebagai teman nakal-nakalan, sedangakan statusnya kini sudah menjadi milik Dhira. Dan bila Faruk mengambil langkah perlahan menjauh pun, ia takut Sherry bakal uring-uringan. Merasa hina dibuang dan dijadikan bahan pelampiasan. Bakal runyam urusannya!

Tapi ternyata, syukurlah Sherry rupanya masih memegang perjanjian konyol itu. Perjanjian yang lahir di hari saat Faruk dan Sherry mulai bergumul untuk prtama kali, dan merasa cocok satu sama lain menjalani hubungan tak wajar ini. Akhirnya, semuanya berjalan lancar. Malah Sherry sendiri yang sepertinya ke depan siap mendamprat Faruk jika suatu saat lelaki tersebut mabuk.

Ah life goes on. Semua bakal berubah. Cepat atau lambat.

Hawa udara makin menghangat di ruangan markas ekskul bola. Sinar terang mulai menyinari bumi memancar indah melalui jendela. Faruk mematikan komputer dan bersiap menghadiri kelas. Well sebenarnya, ada yang ingin ia lakukan sebelum itu. Faruk mendekati papan white board besar yang biasa dipakai diskusi formasi dan strategi lalu meraih spidol. Mencoret-coret sesuatu di sana.

BARU JADIAN!

FARUK + DHIRA

<3 <3 <3 14 November 2014 Makan-makan gratis malem ini! Waktu dan tempat akan dibahas! Yang kagak sibuk, kumpul pulang sekolah nanti, Guys. Malam nanti, adalah malam kencan pertama Faruk dengan Dhira, sebagai sepasang kekasih. Faruk mengangkat bahu. Ia memang bukan pria romantis. Yang ia tahu cuma ngentot. Tapi setidaknya, akan berusaha. “….” Ebuset! Lupa gue! Genangan pipis enak Sherry masih berceceran di lantai! Bisa diseruput abis anak-anak kalo mereka tau fakta dibalik cairan ini! Faruk membongkar-bongkar pintu lemari, sibuk mencari kain pel. Namun, malah ia menemukan kaos olah raga entah punya siapa di laci bawah. Ngiahahahahaha!

Author: 

Related Posts

Comments are closed.